Bisnis berkah
|

Ingin Bisnis Anda Berkah? (Etika Bisnis)

Oleh Ustadz Makmur Dongoran, Lc, M.S.I (Pembina Konsultasi Seputar Islam)

Jika ingin bisnis kita berkah, setidaknya ada dua syarat yang dikemukan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ قَالَ: حَتَّى يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Dua orang yang melakukan jual beli boleh melakukan khiyar (pilihan untuk melangsungkan atau membatalkan jual beli) selama keduanya belum berpisah, atau beliau bersabda: hingga keduanya berpisah. Apabila keduanya jujur dan menampakkan dagangannya, maka keduanya diberkahi dalam jual belinya, namun apabila keduanya menyembunyikan dan berdusta, maka akan dihapus keberkahan jual beli keduanya”.  (HR. Al-Bukhari/2079).

Jadi dua syarat yang dikemukan oleh Rasulullah untuk mendapatkan keberkahan dalam bisnis adalah jujur dan transfaran.

Apa yang dimaksud dengan as-sidq dan al-bayan? Imam al-Aini dalam ‘Umdah al-Qari (11/195) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan as-sidq adalah kejujuran dari kedua belah pihak dalam mengungkapkan harga dan komoditi.

Artinya di sini kejujuran itu merupakan ujian bagi dua mitra yang berbisnis. Sedangkan al-Bayan adalah menjelaskan secara transfaran tentang semua yang berhubungan dengan harga maupun komoditi, baik aib yang terdeteksi dalam komoditi maupun harga yang sesuai dengan pasar.

Imam Ibn Al-Battal sebagaimana dikutip oleh al-Hafidz Ibn Hajar (4/388) menyebutkan bahwa hadits ini menjadi etika bagi pebisnis muslim yang benar-benar mengharapkan keberkahan dalam bisnisnya.

Sebaliknya jika suatu bisnis dibangun dalam prinsip ketidakjujuran, maka akan kehilangan keberkahan. Mungkin akibat kehilangan keberkahan itulah terjadinya resesi baik dalam bisnis secara khusus maupun perekonomian dalam skala makro (luas).

Allohu ‘alam

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *